Hubungan historis antara Indonesia dan India kini bertransformasi ke sektor teknologi modern. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), secara resmi menjajaki kolaborasi strategis dengan India untuk mengembangkan ekosistem kecerdasan artifisial (AI) yang inklusif dan berkelanjutan.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa kedua negara memiliki potensi besar untuk saling melengkapi di sektor digital. India diakui memiliki keunggulan matang dalam pembangunan infrastruktur publik digital, sementara Indonesia memegang modal kuat berupa bonus demografi serta ketersediaan sumber daya alam strategis. Hal ini disampaikannya dalam forum An Overview of the AI Roadmap of Indonesia di Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026).
Nezar secara lugas menolak paradigma global yang sering kali menempatkan Indonesia sekadar sebagai target pasar bagi produk AI asing. Menurutnya, melalui regulasi Peta Jalan AI Indonesia, pemerintah berkomitmen mendorong kemandirian teknologi domestik dengan memperkuat sektor perangkat lunak, infrastruktur komputasi, pusat data, dan kapasitas talenta lokal.
Langkah kolaboratif ini diperkuat oleh komitmen bilateral menyusul kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi yang menghasilkan 16 kesepakatan baru. Salah satu poin krusial dari kesepakatan tersebut mencakup integrasi sistem pembayaran digital serta pengembangan platform Indonesia Open Network sebagai fondasi kerja sama AI.
Sebagai implementasi konkret, Wamen Komdigi mendorong kemitraan aktif berupa pertukaran peneliti AI, pengembangan perusahaan rintisan (startup), serta investasi riset dan pengembangan (R&D) dari korporasi teknologi India di tanah air. Nezar juga mengajak Kamar Dagang India di Indonesia (Indcham) untuk aktif menjembatani kehadiran perusahaan teknologi India guna membangun basis riset nyata di tanah air demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.