Pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela diharapkan tidak hanya menjadi pilar ketahanan energi nasional, tetapi juga motor penggerak ekosistem bisnis baru di wilayah Indonesia Timur. Hubungan bisnis yang terintegrasi ini diproyeksikan mampu menghubungkan potensi ekonomi di kawasan Pasifik dan Laut Arafura.

Harapan tersebut disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Papua, Moses Amukwaman Ratusa Buarlele. Pria asal Tanimbar ini menyatakan keyakinannya bahwa keberadaan Blok Masela dapat memicu kolaborasi investasi yang solid antara Provinsi Maluku, Papua, dan wilayah di sekitarnya.

Lebih lanjut, Moses menekankan pentingnya peran aktif masyarakat lokal, khususnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Menurut mantan pilot tersebut, warga Tanimbar harus mempersiapkan diri agar menjadi pelaku utama dalam roda perekonomian baru ini, bukan sekadar penonton di daerahnya sendiri. Ia berharap proyek besar ini memicu lahirnya wirausahawan muda baru di Tanimbar.

Selain memperkuat sektor energi, operasional Blok Masela diproyeksikan memberikan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi industri pendukung. Sektor-sektor seperti perhotelan, transportasi, kuliner, serta logistik di Kepulauan Tanimbar diperkirakan akan tumbuh pesat, sekaligus mengubah wilayah tersebut menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Maluku.

Guna memastikan dampak positif tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat setempat, Moses meminta pemerintah daerah berkomitmen melindungi hak-hak masyarakat adat. Pemerintah juga didesak untuk mengawal kebijakan proteksi ekonomi daerah, termasuk penerapan kuota penyerapan tenaga kerja lokal sebesar 20 hingga 30 persen serta pelibatan vendor lokal dalam rantai pasok penyediaan barang dan jasa.