Warga Padukuhan Gemawang, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, kini memiliki solusi inovatif untuk memenuhi kebutuhan air bersih mereka. Melalui penerapan teknologi modern Reverse Osmosis (RO), masyarakat setempat kini mampu mengolah air hujan dan sumber mata air menjadi pasokan air bersih yang layak konsumsi di tengah tantangan perubahan iklim.
Fasilitas pengolahan air bersih berkelanjutan ini diresmikan langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, pada Jumat (19/6/2026). Proyek percontohan ini ditempatkan di Padukuhan Gemawang untuk memenuhi kebutuhan distribusi air bersih bagi warga, khususnya di wilayah RT 04/RW 05.
Inisiatif ini terwujud berkat kolaborasi lintas sektor yang melibatkan PT Hutama Karya (Persero), Yayasan Kinarya Anak Bangsa, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), serta Pemerintah Kabupaten Sleman. Kepala Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT Hutama Karya, Dianita Saraswati, menyatakan bahwa program tersebut dibiayai melalui dana kepedulian lingkungan perusahaan sebagai langkah nyata menghadapi dampak perubahan iklim yang membuat ketersediaan sumber air kian sulit diprediksi.
Dalam sambutannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya mengingatkan masyarakat akan pentingnya beradaptasi menggunakan teknologi tepat guna untuk menyikapi penurunan kualitas dan kuantitas sumber daya air saat ini. Harda mengapresiasi kontribusi seluruh pihak dan mengaitkannya dengan falsafah Jawa, "Sapa nandur bakal ngundhuh". Falsafah ini bermakna bahwa kepedulian dalam menjaga kelestarian air yang ditanam hari ini akan membuahkan kesehatan dan keberlanjutan hidup bagi generasi mendatang.
Sistem filtrasi canggih dengan teknologi RO ini dirancang untuk menyaring partikel berbahaya hingga menghasilkan air yang aman untuk dikonsumsi langsung. Selain menjamin pemenuhan kebutuhan sanitasi dasar, kehadiran fasilitas air bersih ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas kesehatan, produktivitas ekonomi, serta kesejahteraan umum masyarakat setempat.