Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami fluktuasi cukup tajam pada perdagangan awal pekan. Sempat dibuka menguat di awal perdagangan, IHSG justru berbalik arah dan ditutup melemah 0,49 persen atau terkoreksi 31,25 poin ke posisi 6.478,40 pada akhir perdagangan sesi pertama hari Senin.

Sepanjang sesi pertama hari ini, aktivitas perdagangan pasar modal terpantau sangat dinamis dengan volume transaksi mencapai 32,9 miliar lembar saham. Total nilai transaksi secara keseluruhan tercatat menembus Rp11,6 triliun. Pergerakan saham pada sesi ini didominasi oleh koreksi, di mana sebanyak 315 saham melemah, 275 saham menguat, dan 203 saham lainnya bergerak stagnan.

Sejumlah emiten mencatatkan nilai transaksi yang sangat signifikan. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memimpin nilai transaksi tertinggi dengan nilai Rp973,9 miliar, diikuti oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp950,01 miliar, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang mencatatkan transaksi Rp670 miliar. Dari pergerakan harga, saham DSSA terapresiasi sebesar 2,05 persen dan BUMI naik tipis 0,53 persen, sedangkan saham TPIA terkoreksi 3,14 persen.

Di tengah volatilitas pasar domestik, minat investor asing terhadap pasar saham Indonesia tetap terjaga dengan baik. Hal ini tercermin dari catatan aksi beli bersih (net foreign buy) asing yang mencapai Rp393,71 miliar di seluruh pasar, dengan akumulasi volume pembelian bersih mencapai 3,9 miliar lembar saham.

Saham DSSA menjadi incaran utama investor asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp216,46 miliar, disusul oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar Rp62,70 miliar, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) senilai Rp30,20 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp28,38 miliar. Sebaliknya, aksi jual bersih asing menyasar saham TPIA sebesar Rp244,77 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) senilai Rp212,57 miliar.