Perdagangan saham di Indeks Bisnis-27 pada Kamis pagi, 25 Juni 2026, diawali dengan sentimen negatif yang kental. Indeks ini dibuka di zona merah pada level 399,67, mencerminkan tekanan jual yang melanda mayoritas konstituennya.
Dari 27 saham yang membentuk indeks ini, mayoritas berada di bawah tekanan. Tercatat 14 saham dibuka melemah, sementara hanya tujuh saham yang mampu menguat dan enam lainnya stagnan. Kondisi ini menunjukkan kecenderungan pasar yang masih berhati-hati.
Pelemahan paling signifikan dialami oleh saham emiten emas, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Saham ANTM turun 4% ke level Rp2.640 per saham. Tekanan serupa juga dirasakan oleh saham batubara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang melemah 2,07% ke Rp2.370, serta distribusi bahan bakar PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang merosot 1,96% ke Rp1.250 per saham.
Selain ketiganya, emiten lain dalam indeks seperti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga mengalami penurunan. Sebaliknya, keberadaan saham-saham seperti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang menguat menjadi penyeimbang meski tidak cukup kuat untuk mendorong indeks ke zona hijau.
Pola pelemahan Indeks Bisnis-27 ini sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga dibuka melemah pada level 5.873,07. Secara keseluruhan, pasar mencatat lebih banyak saham yang melemah (203 saham) dibandingkan yang menguat (198 saham), dengan 206 saham bergerak di tempat. Total kapitalisasi pasar tercatat berada di posisi Rp10.315 triliun.