Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabanan, Bali, mencatat penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes mellitus masih mendominasi temuan dalam layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Dari serangkaian pemeriksaan yang menyasar masyarakat luas tersebut, sebanyak 1.004 data riwayat kesehatan warga telah diinput ke dalam sistem aplikasi Satu Sehat Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian krusial dari upaya deteksi dini penyakit. Menurutnya, diagnosis awal sangat penting dilakukan guna mengantisipasi penyakit kronis yang sering kali tidak menunjukkan gejala awal yang mencolok pada tubuh pasien.

Berdasarkan hasil pemantauan di berbagai titik pemeriksaan, kasus tekanan darah tinggi atau hipertensi menunjukkan angka yang cukup signifikan. Selain itu, tim medis juga mengidentifikasi adanya gangguan kesehatan lain seperti kelebihan berat badan, obesitas, lonjakan kadar gula darah, hingga kolesterol tinggi yang dipicu oleh pola hidup kurang sehat.

Tak hanya penyakit tidak menular, petugas kesehatan di lapangan turut menemukan keluhan penyakit akut lain seperti infeksi saluran pernapasan akut, bronkitis, diare, dispepsia, varicella, serta katarak. Masalah kesehatan gigi dan mulut seperti karies dan gingivitis juga menjadi catatan penting yang memerlukan tindak lanjut perawatan medis.

Pihak Dinas Kesehatan Tabanan mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi tubuh dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala tanpa harus menunggu munculnya keluhan fisik. Data pemeriksaan yang terintegrasi diharapkan dapat mengoptimalkan pemantauan kesehatan serta mendorong perubahan gaya hidup yang lebih sehat.