Para astronom berhasil mendokumentasikan fenomena kosmik yang sangat langka: sebuah lubang hitam supermasif "yatim piatu" yang sedang mencabik-cabik dan melahap bintang di sekitarnya. Kejadian yang dikenal sebagai Tidal Disruption Event (TDE) ini menarik perhatian karena tidak terjadi di pusat galaksi sebagaimana umumnya, melainkan di wilayah pinggiran yang sunyi.

Terletak sekitar 750 juta tahun cahaya dari Bumi, lubang hitam pengembara berukuran satu juta kali massa Matahari ini berada sekitar 30.000 tahun cahaya dari inti galaksinya. Penemuan berharga yang dipublikasikan dalam jurnal The Astrophysical Journal Letters ini memberikan harapan baru bagi ilmuwan untuk mendeteksi keberadaan lubang hitam tersembunyi yang selama ini sulit dilacak.

Proses kehancuran bintang ini menghasilkan radiasi energi yang sangat masif. Gaya gravitasi ekstrem dari lubang hitam tersebut menarik dan mengoyak material bintang, menciptakan cakram gas panas berpendar dengan suhu mencapai 30.000 derajat Celsius. Kilatan cahaya ultraviolet yang dihasilkan sempat mengalahkan kecerahan galaksi induknya selama beberapa bulan dengan kekuatan setara 10 miliar Matahari.

Penemuan luar biasa ini pertama kali diidentifikasi oleh Zwicky Transient Facility (ZTF) di California. Mengingat besarnya volume data yang terekam setiap malam, tim peneliti memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menyaring pola cahaya spesifik TDE. Pengamatan lanjutan kemudian dikonfirmasi menggunakan Teleskop SOAR di Chili serta satelit Neil Gehrels Swift milik NASA.

Hingga kini, para ilmuwan berspekulasi mengenai asal-usul lubang hitam yang terisolasi ini. Dua teori utama yang mengemuka adalah efek terpental akibat benturan antargalaksi di masa lalu, atau sisa-sisa dari galaksi katai yang perlahan bergabung dengan sistem galaksi yang lebih besar.

Ke depan, penemuan ini menjadi preseden penting dalam pemanfaatan peristiwa TDE untuk mendeteksi lubang hitam yang mengembara di ruang hampa. Para astronom optimistis bahwa kehadiran fasilitas observasi mutakhir seperti Teleskop Nancy Grace Roman akan menyingkap lebih banyak misteri evolusi galaksi di alam semesta.