Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan mengambil langkah strategis dengan mengadakan Workshop Entrepreneurship 2026 bagi 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini merupakan respons atas akselerasi kebutuhan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sekitarnya.

Tujuannya adalah memperkuat fondasi bisnis UMKM agar tidak sekadar menjadi penonton. Pasalnya, tekanan kebutuhan logistik, barang, dan jasa di pusat pemerintahan baru menuntut transformasi dari manajemen tradisional menuju standar industri berdaya saing global.

Data Bank Indonesia mengungkap hambatan struktural yang masih menghantui UMKM di wilayah penyangga IKN. Hambatan itu meliputi pola pikir kewirausahaan yang terbatas, tata kelola manajemen yang lemah, minimnya inovasi kemasan, serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam rantai produksi.

Faktor-faktor tersebut kerap menjadi alasan mengapa produk lokal kalah bersaing dengan pasokan barang dari luar daerah. Oleh karena itu, pembenahan kompetensi UMKM menjadi instrumen krusial.

Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, menegaskan peran strategis UMKM sebagai tulang punggung perekonomian. "UMKM berkontribusi besar dalam penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan inklusi ekonomi dan keuangan, hingga pengembangan pasar ekspor," ujarnya.

Lokakarya yang digelar bersama tiga pemerintah daerah dan Otorita IKN ini memecah materi menjadi dua klaster. Pertama, kelas fondasi usaha bagi pelaku usaha rintisan untuk memperkuat legalitas, tata kelola keuangan, dan pengenalan pembiayaan perbankan.

Kedua, kelas akselerasi usaha bagi UMKM yang sudah mapan. Fokusnya adalah mengadopsi indikator kesiapan ekspor, pemetaan tren pasar internasional, optimasi pemasaran digital, dan strategi peningkatan nilai transaksi makro.

Evaluasi dilakukan menggunakan kerangka kerja Business Model Canvas (BMC). Setiap peserta memetakan ulang elemen bisnis mereka untuk diuji kelayakannya di hadapan mentor industri. Rencana bisnis terbaik akan mendapatkan dukungan pemodalan dari BI Balikpapan.

Narasumber yang dihadirkan merupakan pelaku UMKM sukses yang telah menembus pasar ekspor. Mereka membagikan pengalaman praktis, mulai dari optimalisasi pemasaran digital hingga pemenuhan standar keamanan pangan global.

Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Pekan Ekonomi Syariah Nusantara (PESAN) 2026, yang terintegrasi dengan Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) serta Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.