Media sosial Indonesia dihebohkan oleh kabar mengenai sejumlah mantan tentara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang diduga menetap dan menjalankan berbagai sektor usaha di Bali. Kabar ini memicu gelombang protes keras dari warganet tanah air, yang kemudian mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh terkait legalitas aktivitas mereka di Indonesia.
Isu ini mencuat setelah seorang pembuat konten menyebarkan temuan tersebut melalui platform Threads. Dalam unggahannya, diungkapkan sejumlah nama yang diduga sebagai mantan personel militer Israel. Beberapa di antaranya disinyalir telah membangun akomodasi wisata berupa vila di kawasan populer seperti Canggu dan Umalas, serta menjalankan bisnis lain seperti instruktur olahraga, musisi, hingga bisnis kuliner.
Reaksi keras dari publik Indonesia tidak terhindarkan, mengingat sensitivitas isu kemanusiaan terkait konflik di Palestina. Netizen beramai-ramai menyerbu akun media sosial milik individu-individu yang diduga eks-IDF tersebut. Akibat tekanan publik yang masif, sebagian besar akun media sosial dan profil profesional para terduga dilaporkan langsung dikunci atau dihapus secara permanen.
Selain menyasar akun pribadi, sorotan publik juga mengarah pada agen perjalanan yang diduga memfasilitasi pembuatan visa bagi warga negara asing tersebut. Masyarakat kini mendesak jajaran Imigrasi dan pemerintah daerah Bali untuk memperketat pengawasan serta menindak tegas setiap pelanggaran izin tinggal maupun izin usaha demi menjaga kedaulatan negara.