Nusa Tenggara Barat kembali menjadi tuan rumah bagi ajang bergengsi Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026. Berlangsung pada 10 hingga 12 Juli 2026, perhelatan ini tidak sekadar menjadi forum diskusi ekonomi, melainkan ruang interaksi inklusif yang menyajikan edukasi, promosi produk halal, hingga hiburan bagi masyarakat luas.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Andhi Wahyu Riyadno, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan selama tiga hari tersebut mencakup seminar, pameran UMKM, business matching, hingga sertifikasi nazhir. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan syariah sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk berekspansi di pasar industri halal yang terus berkembang.

Berbagai lokasi strategis seperti Lombok Epicentrum Mall dan Islamic Center NTB akan menjadi panggung utama bagi beragam kompetisi, bazar kuliner, dan pelatihan. Acara ini akan dimeriahkan oleh kehadiran figur publik nasional, mulai dari komika Mukmin, Ustadz Hanan Attaki dalam agenda Tabligh Akbar, hingga penampilan Syiar & Syair oleh Haddad Alwi.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal, panitia mengangkat motif Tenun Renda Bima dengan pola Bunga Kakando sebagai identitas visual utama festival. Penggunaan motif tersebut merepresentasikan filosofi kesabaran dan ketangguhan, yang diselaraskan dengan nilai-nilai ekonomi syariah yang sedang diakselerasi melalui transformasi digital.

Sebagai bagian dari rangkaian menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, perhelatan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem ZISWAF serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan Indonesia Timur. Sinergi antara modernisasi ekonomi dan pelestarian budaya diharapkan menjadi motor penggerak bagi ekonomi syariah yang kompetitif dan inklusif di masa depan.