Kisah perjalanan SK Hynix merupakan potret luar biasa dari sebuah perusahaan yang berhasil bangkit dari keterpurukan mendalam hingga berdiri sebagai salah satu entitas paling berpengaruh di sektor teknologi global. Meski namanya mungkin tidak sepopuler raksasa elektronik lainnya di kalangan masyarakat awam, perusahaan ini kini menempati posisi kedua sebagai perusahaan dengan nilai pasar terbesar di Korea Selatan, tepat di bawah bayang-bayang dominasi Samsung Electronics Co.
Momentum kebangkitan SK Hynix tidak lepas dari tren global kecerdasan buatan (AI) yang memicu lonjakan permintaan masif terhadap chip memori berkapasitas tinggi. Efek domino dari fenomena ini tercermin pada performa saham perusahaan yang mencatatkan pertumbuhan signifikan, bahkan sempat menyentuh valuasi pasar di angka US$1 triliun pada Mei lalu.
Langkah strategis terbaru diambil perusahaan melalui debut American Depositary Receipts (ADR) di bursa Nasdaq, Amerika Serikat, pada 10 Juli. Kehadiran di pasar saham Negeri Paman Sam ini memberikan akses modal yang lebih luas guna mendukung ekspansi berkelanjutan. Respons pasar terhadap langkah ini pun sangat positif, dengan kenaikan nilai ADR sebesar 13 persen pada hari perdagangan perdana.
Jejak sejarah perusahaan ini berakar sejak tahun 1983, saat Hyundai Group mendirikan Hyundai Electronics Industries. Pendirian unit bisnis tersebut merupakan bagian dari ambisi strategis Korea Selatan untuk menguasai sektor semikonduktor di tengah pesatnya perkembangan industri elektronik dunia pada era tersebut.