Perdebatan mengenai waktu olahraga yang paling efektif untuk menurunkan berat badan sering kali membingungkan masyarakat urban yang memiliki mobilitas tinggi. Sebuah riset klinis terbaru pada tahun 2025 akhirnya memberikan jawaban ilmiah mengenai efisiensi pembakaran lemak antara aktivitas fisik di pagi dan malam hari.
Praktisi kesehatan dr. Adam Prabata membagikan analisis data medis yang membandingkan efektivitas waktu olahraga tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang memantau tiga kelompok partisipan selama 12 minggu, olahraga di pagi hari terbukti memberikan dampak metabolik yang jauh lebih cepat dalam menjaga profil lipid tubuh.
Dalam uji klinis tersebut, para peneliti membagi responden ke dalam tiga kelompok: kelompok pertama berolahraga pada pagi hari pukul 06.00–08.00 WIB, kelompok kedua pada malam hari pukul 18.00–20.00 WIB, dan kelompok ketiga tidak melakukan aktivitas olahraga. Metode yang diterapkan adalah olahraga aerobik dengan intensitas sedang dengan durasi minimal 150 menit setiap minggunya.
Hasil pemantauan menunjukkan adanya perbedaan laju penurunan lemak tubuh yang cukup kontras. Partisipan yang konsisten berolahraga di pagi hari sudah menunjukkan penurunan kadar lemak tubuh sejak minggu keempat. Sebaliknya, kelompok yang memilih jadwal malam hari baru merasakan dampak penurunan lemak tubuh yang signifikan pada minggu kedelapan.
Melalui temuan ini, olahraga di pagi hari terbukti memicu respons metabolik yang lebih cepat untuk memangkas lemak tubuh. Kendati olahraga malam tetap memiliki manfaat kesehatan, aktivitas fisik di pagi hari menjadi pilihan terbaik bagi mereka yang menargetkan penurunan berat badan secara efisien.