Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengambil langkah strategis dalam mempererat hubungan antara dunia akademis dan industri kreatif. Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UNS dan PT Teknologi Seni Museum pada Senin (3/8/2026), yang berfokus pada penguatan Tridarma Perguruan Tinggi serta pelestarian warisan budaya nasional.

Kesepakatan penting tersebut ditandatangani langsung oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., bersama Direktur PT Teknologi Seni Museum, Dwi Juni Hastuti, di Surakarta. Kemitraan ini dirancang untuk memaksimalkan potensi kedua belah pihak, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta penerapan program Kampus Berdampak yang berorientasi pada kemanfaatan publik.

Rektor UNS, Prof. Hartono, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan mitra eksternal merupakan bagian dari komitmen kampus dalam memperluas ruang belajar dan riset bagi sivitas akademika. Menurutnya, kerja sama ini membuka peluang luas bagi mahasiswa dan dosen untuk melakukan pengabdian masyarakat yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Di sisi lain, PT Teknologi Seni Museum yang menaungi Tahir Solo Museum memiliki visi besar untuk mengintegrasikan kebudayaan, sains, dan edukasi. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat literasi ilmiah masyarakat sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengeksplorasi potensi diri dalam merawat warisan budaya lewat sentuhan inovasi modern.

Kerja sama komprehensif ini mencakup berbagai sektor utama, mulai dari program pendidikan, penelitian kolaboratif, pengabdian masyarakat, hingga pengembangan kapasitas SDM. Implementasi operasional dari nota kesepahaman ini nantinya akan diturunkan menjadi Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis yang melibatkan berbagai fakultas, lembaga, dan unit kerja terkait di lingkungan UNS.