Banyak orang beranggapan bahwa berolahraga saat tubuh kurang fit dapat membantu mengeluarkan racun melalui keringat dan mempercepat kesembuhan. Namun, pandangan medis justru menunjukkan hal sebaliknya. Memaksakan aktivitas fisik yang berat saat kondisi fisik menurun berisiko memperberat kerja organ tubuh dan memicu komplikasi yang lebih serius.
Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, menjelaskan bahwa saat tubuh sedang terinfeksi, sistem imun bekerja ekstra keras untuk melawan patogen. Dalam kondisi ini, tubuh membutuhkan cadangan energi yang besar guna mendukung proses pemulihan, bukan justru dialihkan untuk aktivitas fisik yang menguras tenaga.
Menurut dr. Tirta, kebutuhan energi dan waktu istirahat ini menjadi sangat krusial, terutama ketika seseorang mengalami infeksi sistemik seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), demam tifoid, diare, hingga keracunan makanan. Infeksi-infeksi tersebut memberikan tekanan atau stres yang besar pada imunitas tubuh.
Jika seseorang tetap bersikeras melakukan olahraga berat saat terinfeksi, beban pemulihan tubuh akan semakin menumpuk. Akibatnya, waktu penyembuhan menjadi jauh lebih lama, bahkan infeksi berisiko menyebar dan mengganggu fungsi organ tubuh lainnya. Istirahat total adalah kunci utama agar sistem imun dapat bekerja optimal memulihkan kesehatan.