FIFA dan serikat pemain profesional dunia, FIFPRO, tengah mengintensifkan diskusi terkait standarisasi prosedur pertandingan di tengah gelaran Piala Dunia 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas kekhawatiran mendalam mengenai keselamatan fisik para pemain yang harus berlaga di tengah ancaman cuaca ekstrem.

Kedua organisasi tersebut kini tengah merumuskan protokol yang lebih komprehensif dan terukur mengenai ambang batas aman bagi pelaksanaan laga internasional. Protokol ini nantinya tidak hanya menjadi acuan bagi sisa pertandingan di Piala Dunia 2026, tetapi juga diproyeksikan sebagai regulasi standar bagi turnamen-turnamen sepak bola global di masa mendatang.

Urgensi pembahasan ini menguat setelah pertandingan babak perempat final antara Inggris kontra Norwegia di Miami, Amerika Serikat, pada Minggu (12/7/2026) waktu setempat. Kondisi cuaca pada laga tersebut tercatat sangat tidak ideal bagi aktivitas fisik berat.

Data di lapangan menunjukkan bahwa suhu udara di area stadion mencapai 33 derajat Celsius saat pertandingan dimulai. Namun, kondisi kelembapan tinggi membuat suhu yang dirasakan langsung oleh tubuh pemain atau 'feels like temperature' melonjak hingga menembus angka 45 derajat Celsius, yang dianggap sangat membahayakan kesehatan atlet jika berlangsung dalam durasi lama.