Sebuah mahakarya seni dari abad ke-17 kini menjadi sorotan dunia sains setelah terungkap menyimpan catatan biologis yang sangat langka. Lukisan bertajuk 'Air', yang diselesaikan oleh pelukis Flemish ternama, Jan Brueghel the Elder pada tahun 1611, menampilkan detail ekologis yang mengejutkan tentang perilaku kelelawar yang sebelumnya dianggap sebagai fenomena baru.

Dalam karya tersebut, sang seniman melukiskan sosok Urania, Dewi Astronomi, yang dikelilingi oleh beragam fauna. Namun, perhatian para peneliti tertuju pada sudut kanan atas kanvas, di mana terdapat gambaran kelelawar yang sedang terbang sembari mencengkeram seekor burung. Penemuan ini menarik perhatian ahli ekologi Pedro Romero-Vidal, karena perilaku predator kelelawar yang memangsa burung saat terbang baru berhasil divalidasi secara ilmiah pada tahun 2025.

Temuan ini menegaskan bahwa pengamatan manusia terhadap alam telah terdokumentasi melalui karya seni jauh sebelum sains modern menetapkan catatan resminya. Fenomena ini sekaligus menjadi bukti ketelitian Jan Brueghel sebagai pelukis yang dikenal memiliki observasi tinggi terhadap detail flora dan fauna pada masanya.

Miguel Clavero, peneliti dari Estación Biológica de Doñana, menekankan pentingnya menilik kembali sumber-sumber non-akademis seperti karya seni sebagai data sejarah alam. Menurutnya, selama ini dunia akademis cenderung mengabaikan catatan-catatan penting yang tersimpan dalam seni visual, padahal artefak tersebut merupakan basis data yang sangat berharga untuk memahami distribusi dan perilaku satwa di masa lampau.