Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bern mendorong perluasan kerja sama ekonomi digital antara Indonesia dan Swiss melalui penyelenggaraan forum bisnis pada 27 Juni 2026. Agenda tersebut diarahkan untuk mempertemukan peluang investasi, inovasi teknologi, serta jejaring pelaku usaha dari kedua negara.

Forum ini menjadi bagian dari upaya diplomasi ekonomi Indonesia di Eropa, khususnya dalam membuka ruang kolaborasi pada sektor digital yang terus berkembang. Swiss dinilai memiliki ekosistem inovasi, riset, teknologi finansial, dan industri berbasis pengetahuan yang dapat menjadi mitra strategis bagi Indonesia.

Dari sisi Indonesia, penguatan kerja sama tersebut sejalan dengan agenda transformasi ekonomi nasional yang menempatkan ekonomi digital sebagai salah satu motor pertumbuhan baru. Pemerintah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir terus mendorong pengembangan talenta digital, infrastruktur teknologi, serta ekosistem startup dan usaha berbasis platform.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons positif inisiatif tersebut. Ia memandang kolaborasi lintas negara di sektor digital penting untuk memperkuat daya saing Indonesia, sekaligus membuka akses pasar, teknologi, dan investasi yang lebih luas.

Kerja sama Indonesia-Swiss di bidang ekonomi digital juga berpotensi mencakup pengembangan layanan digital, keamanan siber, teknologi keuangan, kecerdasan buatan, hingga dukungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah agar mampu masuk ke rantai nilai global. Dengan pendekatan tersebut, diplomasi ekonomi tidak hanya berfokus pada perdagangan konvensional, tetapi juga pada penguatan kapasitas inovasi.

Melalui forum bisnis ini, KBRI Bern menegaskan perannya sebagai jembatan antara pelaku usaha, pemerintah, dan komunitas inovasi di kedua negara. Langkah tersebut diharapkan dapat menghasilkan kemitraan konkret yang memberi manfaat bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan memperkuat posisi Indonesia dalam lanskap ekonomi digital global.