PT GTS Internasional Tbk (GTSI) menutup tahun 2025 dengan catatan pertumbuhan aset yang solid. Perseroan berhasil menggenjot total asetnya sebesar 32,25% menjadi USD149,2 juta, naik signifikan dari USD112,9 juta di periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini bersumber dari beberapa langkah strategis, termasuk penambahan armada kapal Danaputri 1, ekspansi aset pendukung aktivitas docking, serta peningkatan kas dan piutang dari operasi sewa kapal.

Pertumbuhan ini terjadi seiring kinerja keuangan yang positif. Sepanjang 2025, GTSI membukukan pendapatan USD34,7 juta, tumbuh 7,92% dari tahun sebelumnya. Segmen Jasa Sewa Kapal tetap menjadi tulang punggung bisnis, menyumbang 98% dari total pendapatan selama tiga tahun terakhir. Pencapaian ini membuahkan laba bersih sebesar USD1,5 juta bagi perseroan.

Direktur Utama GTSI, Yon Irawan, menjelaskan bahwa tahun 2025 menjadi momen krusial bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi dan diversifikasi. "Kami memperluas jangkauan operasional dengan menambah armada, terutama untuk segmen jasa sewa kapal. Investasi ini tidak hanya memperkuat daya saing, tetapi juga mendukung pertumbuhan jangka panjang di industri logistik maritim," ujar Yon. Keberhasilan ini juga tidak lepas dari efisiensi operasional, seperti optimalisasi rute pelayaran dan digitalisasi, yang menjaga profitabilitas perusahaan.

Di samping kinerja finansial, GTSI juga menegaskan komitmennya pada prinsip Keberlanjutan (ESG). Perusahaan mempertahankan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan dan mencatatkan zero oil spill. Pada aspek sosial, peningkatan durasi pelatihan karyawan mencapai 67%, sementara aspek tata kelola diperkuat melalui pembaruan sertifikasi ISO.

Menatap 2026, GTSI memiliki rencana ambisius. Yon Irawan menyampaikan, "Kami akan melanjutkan ekspansi bisnis melalui rencana pengembangan proyek regasifikasi dan mengevaluasi peluang akuisisi atau kerja sama armada LNG Carrier." Optimisme perusahaan didukung oleh proyeksi pertumbuhan permintaan gas di Asia Pasifik yang rebound di atas 4%, seiring bertambahnya pasokan LNG global. GTSI optimis dapat terus menjembatani kebutuhan energi antarwilayah di Indonesia melalui distribusi LNG berbasis maritim.