SAMARINDA - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyerukan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Pesan mendalam ini disampaikannya usai memimpin Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang berlangsung khidmat di Halaman Parkir GOR Segiri, Samarinda, Senin (17/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun mengingatkan bahwa ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) saat ini telah bertransformasi. Ia menekankan bahwa penyebaran berita bohong (hoaks) dan disinformasi melalui platform digital berpotensi besar memicu keretakan sosial jika masyarakat tidak selektif dalam menyaring informasi sebelum memercayai atau menyebarkannya.
Lebih lanjut, ia merefleksikan catatan sejarah dunia di mana kehancuran sebuah negara kerap kali bermula dari hasutan dan informasi palsu yang tidak terkontrol. Selain hoaks, Wali Kota juga menyoroti bahaya sikap primordialisme atau kedaerahan yang sempit, yang dinilai dapat mengikis rasa nasionalisme jika tidak diimbangi dengan kesadaran sebagai bagian dari bangsa yang majemuk.
Menyikapi tantangan kontemporer tersebut, Andi Harun mengajak seluruh elemen masyarakat Samarinda untuk memperkuat komitmen kebangsaan, merawat keberagaman, serta mengedepankan semangat gotong royong. Baginya, kemerdekaan yang dinikmati hari ini merupakan buah perjuangan berat para pahlawan yang harus terus dipertahankan secara kolektif.
Mengakhiri penyampaiannya, ia meminta warga untuk bijak dalam memanfaatkan ruang digital dan mengisinya dengan konten yang edukatif serta membangun. Ia menegaskan, kontribusi terkecil untuk negara dapat dimulai dengan menahan diri dari menyebarkan hal-hal yang bersifat merusak atau memecah belah.