Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi oleh pemerintah pusat mulai membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat di Provinsi Banten. Melalui sistem jemput bola, layanan kesehatan ini sukses memotivasi warga untuk mengubah kebiasaan sehari-hari menuju pola hidup yang lebih sehat, mulai dari menjaga asupan makanan, berolahraga secara rutin, hingga mengatur waktu istirahat secara teratur.

Manfaat nyata ini dirasakan langsung oleh salah satu warga Pondok Bahar, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang bernama Wanih (41). Saat mengikuti pemeriksaan di Gelanggang Olahraga (GOR) Pedurenan, ia mengaku program ini sangat membantunya mendeteksi kondisi tubuh secara dini sehingga ia dapat membatasi konsumsi makanan yang berisiko bagi kesehatannya di usia yang tak lagi muda.

Gubernur Banten, Andra Soni, yang turut meninjau langsung pelaksanaan CKG, mengimbau masyarakat untuk tidak takut menjalani pemeriksaan medis. Menurutnya, mengetahui kondisi kesehatan sejak awal merupakan langkah krusial untuk menentukan tindakan pencegahan dan pengobatan yang tepat sebelum penyakit berkembang menjadi lebih parah.

Dari hasil pemeriksaan terhadap sekitar 5,4 juta warga di wilayah Banten, penyakit hipertensi dan diabetes melitus menjadi kasus yang paling mendominasi. Menanggapi temuan tersebut, Andra Soni menekankan pentingnya pendekatan preventif dan promotif melalui edukasi mengenai pola konsumsi dan pentingnya aktivitas fisik untuk mengontrol kadar gula darah serta tekanan darah masyarakat.

Senada dengan Gubernur, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi program ini dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan ke tengah masyarakat. Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen mendukung penuh keberlanjutan program ini melalui optimalisasi peran Puskesmas, sekaligus mengajak warga untuk aktif memeriksakan diri tanpa harus menunggu jatuh sakit terlebih dahulu.