Pernyataan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, yang secara terbuka mendukung Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal untuk memimpin KONI NTB periode 2026–2030, menuai kritik tajam dari kalangan akademisi olahraga daerah.
Sorotan tersebut datang dari Ainun Samidah, Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Magister Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA). Menurut Ainun, dukungan yang dinyatakan sebelum kontestasi resmi berjalan dinilai tidak elok secara etika keorganisasian.
Ia menjelaskan bahwa kritik ini didasari pada momentum penyampaian dukungan yang dianggap prematur. Saat ini, tahapan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTB baru saja dimulai dan masih berada pada fase pendaftaran serta pengambilan formulir bakal calon ketua umum.
Sikap memihak dari pimpinan pusat dikhawatirkan dapat memengaruhi objektivitas proses pemilihan serta menciptakan iklim kompetisi yang kurang sehat di tingkat daerah. Pihak akademisi berharap seluruh pemangku kepentingan, terutama pengurus pusat, dapat menjaga netralitas demi menjamin proses demokrasi organisasi olahraga di NTB berjalan dengan adil dan transparan.