JAKARTA — Posisi Prajogo Pangestu dalam daftar orang terkaya Indonesia kembali bergeser. Konglomerat yang sebelumnya berada di urutan kedua itu kini menempati peringkat ketiga berdasarkan data Forbes pada Jumat (26/6/2026).

Perubahan tersebut terjadi setelah kekayaan pendiri Grup Barito Pacific itu disalip oleh Robert Budi Hartono, pemilik Grup Djarum sekaligus salah satu figur bisnis paling mapan di Tanah Air.

Pergeseran peringkat para miliarder Indonesia ini berlangsung di tengah tekanan pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG tercatat mengalami pelemahan dalam sepekan, kondisi yang turut memengaruhi nilai kekayaan para konglomerat yang portofolionya banyak bertumpu pada saham emiten terbuka.

Prajogo selama beberapa waktu terakhir menjadi salah satu nama yang paling menonjol dalam peta kekayaan nasional, terutama berkat pergerakan saham-saham yang terafiliasi dengan kelompok usahanya. Namun, dinamika pasar modal membuat posisi dalam daftar orang terkaya dapat berubah cepat mengikuti valuasi saham dan aset yang dimiliki.

Adapun Robert Budi Hartono kembali menguat dalam daftar tersebut. Bersama keluarga Hartono, Grup Djarum dikenal memiliki portofolio bisnis yang luas, mulai dari industri rokok, perbankan, hingga investasi di berbagai sektor strategis.

Daftar kekayaan versi Forbes umumnya dihitung berdasarkan estimasi nilai aset, termasuk kepemilikan saham perusahaan publik, investasi, serta sejumlah aset lain yang dapat ditelusuri. Karena itu, perubahan harga saham harian maupun mingguan dapat berdampak langsung terhadap posisi para taipan dalam daftar tersebut.

Dengan perubahan terbaru ini, persaingan di papan atas daftar orang terkaya Indonesia kembali menunjukkan betapa eratnya hubungan antara kinerja pasar modal dan nilai kekayaan konglomerat nasional.