Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) resmi menerjunkan sebanyak 604 mahasiswa untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2026. Selama tiga pekan ke depan, ratusan mahasiswa dari berbagai lintas disiplin ilmu ini akan mengabdi langsung di tengah masyarakat yang tersebar di lima kecamatan, tujuh kelurahan, dan 42 Rukun Warga (RW) di wilayah Kota Surabaya.
Mengusung tema pemberdayaan melalui transformasi kesehatan, pendidikan, dan bisnis digital yang berkelanjutan, program KKN ini melibatkan mahasiswa dari 12 program studi berbeda. Kolaborasi antardisiplin ilmu, mulai dari sektor kesehatan seperti kedokteran dan keperawatan, hingga manajemen dan sistem informasi, diharapkan mampu menghadirkan solusi yang komprehensif atas permasalahan nyata warga kota.
Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA, menegaskan bahwa KKN bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademis semesteran. Lebih dari itu, program ini dirancang sebagai instrumen pengabdian yang memberikan dampak jangka panjang. Hasil temuan dan program kerja mahasiswa di lapangan nantinya akan diolah kembali menjadi basis penelitian ilmiah serta program pengabdian masyarakat berkelanjutan oleh para dosen.
Dalam pelaksanaannya, Unusa menggandeng Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya guna memetakan kebutuhan spesifik di setiap wilayah sasaran. Wakil Rektor 3 Unusa, Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, menjelaskan bahwa sinergi ini penting agar program kerja mahasiswa selaras dengan arah pembangunan daerah dan dapat diteruskan secara konsisten pasca-KKN berakhir.
Salah satu inovasi unggulan yang diusung dalam KKN periode ini adalah penguatan literasi digital melalui Program TIBA (Titik Baca) yang diinisiasi oleh Perpustakaan Unusa. Lewat program ini, masyarakat setempat dapat mengakses beragam bahan bacaan edukatif secara digital hanya dengan memindai kode QR. Di beberapa lokasi strategis, mahasiswa juga akan membangun pojok baca fisik yang dilengkapi koleksi buku cetak.
Ketua Pelaksana KKN Unusa, Dr. Gilang Nugraha, menambahkan bahwa seluruh capaian dan kendala yang dihadapi di lapangan akan dievaluasi secara ketat. Langkah ini dilakukan agar program pengabdian masyarakat di tahun-tahun mendatang terus mengalami peningkatan kualitas. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengasah kepekaan sosial dan kepemimpinan mereka, tetapi juga mampu menstimulasi kemandirian ekonomi warga setempat.