PT WGS Ventures Tbk (WGSH) resmi mengumumkan rencana aksi korporasi berupa Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Emiten ini bersiap melepas hingga 208,5 juta lembar saham baru guna memperkuat struktur permodalan dan mendanai ekspansi bisnis, khususnya di sektor pengolahan limbah plastik.

Langkah strategis tersebut telah mengantongi restu dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada 19 Juni 2026. Perseroan memiliki fleksibilitas untuk mengeksekusi aksi korporasi ini hingga 19 Juni 2028 secara bertahap (tranche), dengan nilai minimum Rp500 juta per tahap. Adapun harga pelaksanaan saham baru ini ditetapkan sekurang-kurangnya 90 persen dari rata-rata harga penutupan saham perseroan selama 25 hari bursa berturut-turut sebelum hari transaksi.

Manajemen WGSH memproyeksikan perolehan dana dari aksi korporasi ini akan dialokasikan untuk tiga kebutuhan utama. Porsi terbesar, yakni senilai Rp20 miliar, akan difungsikan sebagai modal kerja operasional untuk menyerap pasokan cacahan plastik (flakes) jenis PET sebanyak 1.500 ton per bulan guna memenuhi komitmen permintaan yang ada saat ini.

Sementara itu, sisa dana masing-masing sebesar Rp2,5 miliar akan disalurkan untuk dua proyek strategis lainnya. Pertama, untuk pengembangan prototipe startup bernama "Lungpat" yang bertujuan menghubungkan jaringan pemulung secara langsung ke rantai pasok perusahaan. Kedua, untuk membiayai peningkatan teknologi mesin pemrosesan agar memenuhi standar pasar ekspor dan meningkatkan efisiensi operasional pabrik.