Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto kini tengah menjadi sorotan tajam. Di tengah ambisi pemerintah untuk mengoperasikan puluhan ribu gerai pada Agustus mendatang, sejumlah persoalan fundamental mulai mengemuka di lapangan, termasuk aksi protes pekerja di Bojonegoro, Jawa Timur, terkait hak upah dan ketidakjelasan kontrak kerja.

Pengamat ekonomi dan UMKM dari Strategy Cita Semesta, Ridwan Mahmudi, memberikan penilaian kritis terkait model bisnis KDMP. Menurutnya, pendekatan yang bersifat 'top-down' tanpa didahului studi kelayakan lokasi yang matang berisiko membuat bisnis ini tidak bertahan lama. Banyak gerai dilaporkan memiliki omzet harian yang sangat minim, yakni berkisar antara Rp100.000 hingga Rp300.000, angka yang dianggap tidak mampu menutupi biaya operasional bulanan, termasuk pembayaran gaji karyawan sesuai Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Keluhan serupa disampaikan oleh Kepala Desa Campurejo, Edi Susanto, yang menyoroti serampangan-nya proses rekrutmen serta minimnya komunikasi dari PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai pengelola. Selain masalah manajemen, model bisnis yang menyeragamkan gerai sebagai toko kebutuhan pokok di berbagai wilayah dinilai mematikan kreativitas lokal dan potensi adaptasi sesuai kebutuhan daerah masing-masing.

Menanggapi polemik tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan bahwa model bisnis KDMP masih dalam tahap penyempurnaan seiring beroperasinya lebih dari 1.000 gerai sejak Mei lalu. Pemerintah menekankan bahwa KDMP bertujuan untuk menggerakkan ekonomi desa dengan menyalurkan barang subsidi serta menampung produk lokal, meski target profit spesifik belum dipaparkan secara mendetail.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan evaluasi sistem secara menyeluruh. Pihak pengelola berjanji untuk memperbaiki ketidaksesuaian data pengupahan dan memastikan kesejahteraan personel menjadi prioritas utama demi menjaga roda penggerak koperasi tetap berputar di tengah tantangan yang ada.