PT Patra Drilling Contractor (PDC) bersinergi dengan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dalam mengembangkan teknologi berbasis mikroalga guna mereduksi emisi karbon dioksida (CO2) pada sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). Langkah inovatif ini telah melalui tahap uji coba di Stasiun Pengumpul (SP) Subang, Pertamina EP Regional 2 Zona 7 Subang Area, pada periode Juni hingga Juli 2026.

Dalam pengujian tersebut, sistem mikroalga dengan volume kultur sebesar 12 ribu liter berhasil menyerap emisi CO2 hingga 0,11 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). Inisiatif hijau ini dirancang untuk menyokong target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia 2030 serta memperkuat implementasi aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkup industri energi nasional.

Teknologi ini bekerja dengan menangkap emisi CO2 yang dihasilkan dari proses produksi gas untuk kemudian dikonversi oleh mikroalga menjadi biomassa bernilai guna. Hasil sampingan berupa biomassa tersebut berpotensi besar dimanfaatkan sebagai pembenah tanah (soil enhancer) untuk mendukung program pemulihan lahan atau bioremediasi.

Senior Manager Subang Field, Despredi Akbar, mengapresiasi terobosan ini sebagai solusi konkret pengelolaan emisi di fasilitas operasi migas. Ia berharap teknologi penangkapan karbon ini dapat terus ditingkatkan ke skala yang lebih masif demi memberikan dampak dekarbonisasi yang lebih signifikan pada industri energi fosil.

Dalam kolaborasi ini, PDC memegang peran penuh mulai dari tahap rekayasa (engineering), pengadaan, konstruksi, instalasi, hingga fase operasional uji coba. VP Project PDC, Achmad Rifai, menyatakan bahwa keberhasilan pilot project ini akan menjadi landasan penting untuk mengembangkan reaktor fotobioreaktor Algatek Karbon dengan kapasitas yang jauh lebih besar.

Pada fase pengembangan berikutnya, efisiensi penyerapan CO2 ditargetkan mampu menembus angka di atas 79 persen. Menatap prospek masa depan, PDC menyatakan kesiapannya untuk memperluas kemitraan dalam proyek Carbon Capture and Utilization (CCU) berbasis mikroalga ini, termasuk mendukung program perdagangan karbon di lingkungan internal Pertamina.