Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa secanggih apa pun perkembangan teknologi, eksistensi guru tidak akan pernah bisa digantikan dalam dunia pendidikan. Ia menyebut guru sebagai aktor sentral sekaligus agen utama dalam membangun peradaban bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu'ti saat menjadi pembicara dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta. Menurutnya, sentuhan kemanusiaan dan nilai-nilai keteladanan yang diberikan oleh seorang pendidik memiliki dimensi penting yang tidak dimiliki oleh kecerdasan buatan atau perangkat digital lainnya.

Untuk mendukung peran vital tersebut, pemerintah berkomitmen penuh meningkatkan kualitas para pendidik di tanah air. Langkah strategis ini mencakup perbaikan kesejahteraan, peningkatan kualifikasi akademik, hingga penguatan kompetensi guru agar mereka mampu menjawab tantangan pembelajaran di era digital saat ini.

Selain fokus pada kualitas guru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga memberikan perhatian serius pada pembangunan karakter siswa. Pemerintah menginisiasi program "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" sebagai panduan konkret untuk membentuk pola hidup disiplin dan sehat sejak usia dini.

Program pembiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, aktif bermasyarakat, serta tidur lebih cepat. Abdul Mu'ti menambahkan bahwa ketujuh kebiasaan ini pada dasarnya merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai luhur ajaran agama yang universal.