Pemerintah Papua Nugini (PNG) dan Vanuatu sepakat mempererat hubungan bilateral melalui perumusan peta jalan baru yang berfokus pada ekspansi kerja sama ekonomi serta aliansi sektor kesehatan. Kesepakatan strategis ini dicapai setelah pertemuan tingkat tinggi antara Perdana Menteri PNG James Marape dan Perdana Menteri Vanuatu Jotham Napat di Port Vila, yang bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan ke-46 Vanuatu.
Salah satu poin penting dalam kemitraan ini adalah integrasi sistem kesehatan. PNG menawarkan akses pengobatan kanker tingkat lanjut bagi warga Vanuatu dengan tarif bersubsidi setara pasien domestik. Kerja sama ini didukung oleh sinkronisasi data pasien secara digital antara rumah sakit rujukan utama kedua negara, sehingga diagnosis awal dapat dilakukan di Vanuatu sebelum dirujuk ke spesialis di PNG.
Di sektor ekonomi, kedua pemimpin negara Melanesia ini berkomitmen mengatasi hambatan transportasi udara antarpulau dan kepemilikan hotel lokal di Vanuatu. PM James Marape menawarkan suntikan modal serta keahlian melalui rencana usaha patungan antara Perusahaan Pengembangan Sumber Daya Mineral (MRDC) milik PNG—termasuk anak usaha penerbangan PNG Air dan Heavy Lift—dengan Dana Pensiun Nasional Vanuatu.
Selain itu, kedua negara sepakat menindaklanjuti Nota Kesepahaman (MoU) di bidang pertanian dan perdagangan. Upaya penguatan sektor perikanan juga didorong melalui hilirisasi lokal guna menekan eksploitasi bahan mentah oleh mitra internasional. Dari sisi keamanan, Vanuatu juga berencana menandatangani perjanjian "shiprider" dengan mitra pertahanan guna melindungi Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) mereka.