Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Tengah melaporkan akumulasi kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) mencapai 85 kasus sepanjang periode 2018 hingga awal Agustus 2026. Dari total kasus tersebut, tercatat sebanyak 30 penderita AIDS meninggal dunia akibat komplikasi medis yang dialami.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tengah, Miftahuddin, mengungkapkan bahwa mayoritas pengidap penyakit penyerang sistem imun ini bukanlah warga asli setempat. Sebagian besar dari mereka merupakan pendatang dari luar daerah yang bekerja di wilayah Gayo sebagai buruh, karyawan toko, maupun pelayan restoran.

Berdasarkan rincian data kesehatan setempat, terdapat 55 orang yang terdiagnosis HIV (ODHIV). Saat ini, sebanyak 40 pasien aktif menjalani terapi obat Antiretroviral (ARV) di bawah pengawasan ketat petugas medis setempat. Sementara itu, 15 pasien lainnya telah dinyatakan keluar dari pemantauan karena berpindah domisili ke luar wilayah Kabupaten Aceh Tengah maupun Provinsi Aceh.

Guna menekan angka penularan, Dinkes Aceh Tengah terus menggencarkan upaya deteksi dini, pemeriksaan sukarela, serta pendampingan pengobatan secara berkala. Miftahuddin juga mengimbau masyarakat luas untuk tidak mendiskriminasi atau memberikan stigma negatif kepada ODHIV. Menurutnya, dukungan moral dari keluarga dan lingkungan sangat krusial guna menjaga kepatuhan pasien dalam menjalani terapi ARV demi mempertahankan kualitas hidup mereka.