Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, meninjau langsung implementasi layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di RSUP Ngoerah, Denpasar, Bali, pada Rabu (8/7/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap fasilitas kesehatan mampu memberikan layanan yang cepat, mudah, dan bebas dari diskriminasi bagi masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, penggunaan teknologi biometrik menjadi sorotan utama karena perannya yang krusial dalam mempercepat proses verifikasi identitas pasien. Inovasi ini diintegrasikan dengan sistem antrean daring melalui aplikasi Mobile JKN, sehingga pasien tidak perlu lagi mengantre lama di fasilitas kesehatan saat melakukan pendaftaran awal.

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba, menegaskan bahwa transformasi digital ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan. Dengan memanfaatkan verifikasi biometrik, alur birokrasi di rumah sakit menjadi lebih ramping, yang pada akhirnya memangkas waktu tunggu secara signifikan bagi peserta JKN.

Dampak positif dari digitalisasi layanan ini turut dirasakan oleh keluarga pasien. Salah seorang warga, Riyanto (71), mengungkapkan kepuasannya terhadap kemudahan administratif dan profesionalisme tenaga medis di RSUP Ngoerah. Menurutnya, kehadiran program JKN memberikan kepastian perlindungan kesehatan yang lebih stabil bagi istrinya dibandingkan dengan pengalaman pelayanan di masa lalu.