Langkah nyata menekan emisi karbon di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional kini memasuki babak baru. PT Patra Drilling Contractor (PDC) berkolaborasi dengan Fungsi Upstream Innovation PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sukses menerapkan inovasi teknologi berbasis hayati mikroalga untuk menangkap dan memanfaatkan emisi karbon dioksida (CO₂) langsung di fasilitas produksi migas.

Uji coba sistem penyerapan karbon ramah lingkungan ini dilaksanakan di Stasiun Pengumpul (SP) Subang, Pertamina EP Regional 2 Zona 7 Subang Area. Melalui pemanfaatan 12.000 liter kultur mikroalga dalam sistem photobioreactor, teknologi ini mampu menyerap emisi gas rumah kaca sebesar 0,11 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). Langkah ini tercatat sebagai salah satu proyek penyerapan karbon berbasis biologi terbesar di wilayah operasional hulu Pertamina.

Berbeda dari metode konvensional, inovasi photobioreactor ini bekerja secara alami dengan memanfaatkan proses fotosintesis mikroalga untuk mengikat CO₂ yang dihasilkan dari produksi gas bumi. Karbon yang terperangkap kemudian dikonversi menjadi biomassa produktif yang bernilai ekonomi, salah satunya diproyeksikan sebagai bahan pembenah tanah (soil enhancer) untuk pemulihan lahan atau bioremediasi.

Senior Manager Subang Field, Despredi Akbar, menjelaskan bahwa penerapan sistem ini merupakan aksi konkret korporasi dalam menekan jejak karbon operasional. Dengan menyerap emisi langsung dari sumbernya, volume gas berbahaya yang terlepas ke udara bebas dapat diminimalisasi secara signifikan. Ia berharap sistem ini bisa direplikasi pada skala yang lebih masif untuk mendukung ketahanan energi hijau.

Sementara itu, VP Project PDC Achmad Rifai menekankan pentingnya sinergi teknologi dalam mencapai target dekarbonisasi. Dalam proyek pionir ini, PDC memegang peran penuh mulai dari tahap rekayasa teknik (engineering), pengadaan barang, konstruksi, instalasi, hingga pengoperasian uji coba. Data yang diperoleh dari fase ini akan dijadikan acuan standardisasi implementasi teknologi serupa di berbagai lapangan migas tanah air.

Ke depan, sistem yang dinamai Photobioreactor Algatek Karbon ini direncanakan mengalami peningkatan kapasitas guna mendongkrak efisiensi penyerapan CO₂ hingga melampaui 79 persen. Inisiatif berkelanjutan ini diharapkan tidak hanya berkontribusi pada pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia tahun 2030, melainkan juga memperkuat ekosistem perdagangan karbon di lingkungan Pertamina Group.