Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong penguatan investasi di sektor kesehatan sebagai salah satu motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah strategis ini dinilai tidak hanya meningkatkan kualitas layanan publik, tetapi juga mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi berbagai sektor usaha di tanah air.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, memaparkan bahwa berdasarkan kajian bersama Kementerian Kesehatan dalam White Paper Kadin, nilai ekonomi sektor kesehatan nasional diestimasikan menembus Rp670 triliun per tahun. Ia optimis bahwa setiap dana yang dialokasikan ke sektor ini akan memberikan imbal hasil ekonomi yang berlipat ganda bagi masyarakat.
Menurut Anindya, perputaran ekonomi dari investasi kesehatan sangat menjanjikan. Ia menjelaskan bahwa setiap satu rupiah yang diinvestasikan di sektor kesehatan berpotensi menghasilkan dampak ekonomi lanjutan sebesar dua hingga tiga kali lipat. Hal ini menjadikan sektor kesehatan sebagai instrumen investasi yang sangat produktif.
Selain stimulus finansial, investasi di sektor ini diharapkan mampu mengatasi ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku obat impor. Kadin menekankan pentingnya membangun kemandirian industri farmasi lokal guna memperkuat rantai pasok kesehatan nasional serta meningkatkan daya saing industri dalam negeri di kancah global.