MAKASSAR – Minat masyarakat terhadap Pekan Olahraga NIPAH 2026 mulai terasa kuat bahkan sebelum acara utama digelar. Rangkaian pra-event yang berlangsung di sejumlah venue di bawah naungan Kalla Land & Property mencatat partisipasi tinggi dari komunitas olahraga dan masyarakat umum.

Kegiatan tahunan berbasis sportainment ini telah hadir sejak 2022 dan menjadi ruang pertemuan bagi klub, komunitas, serta pegiat olahraga yang berkembang bersama NIPAH PARK. Dalam perjalanannya, skala penyelenggaraan terus membesar, dari semula 18 cabang olahraga menjadi 27 cabang dalam empat tahun terakhir.

Selama periode tersebut, Pekan Olahraga NIPAH disebut telah melibatkan lebih dari 7.600 atlet serta menarik sekitar 205 ribu pengunjung dalam berbagai agenda kompetisi dan aktivasi komunitas.

Pada rangkaian pra-event tahun ini, sejumlah cabang olahraga menunjukkan lonjakan peserta. Cabang e-sport yang digelar pada 20–21 Juni 2026 diikuti 310 peserta dari komunitas gaming di Makassar dan daerah sekitarnya. Sementara itu, kompetisi e-football yang berlangsung pada 21 Juni mencatat 25 peserta.

Antusiasme serupa terlihat pada cabang olahraga sepeda. Panitia awalnya menyiapkan target sekitar 100 peserta, namun jumlah pendaftar meningkat hingga sekitar 300 orang. Capaian ini menjadi salah satu indikator kuatnya ketertarikan masyarakat terhadap agenda olahraga berbasis komunitas tersebut.

Pra Pekan Olahraga NIPAH 2026 juga menghadirkan cabang anggar yang dilaksanakan pada 27–28 Juni 2026 di Main Atrium Mal Ratu Indah. Kompetisi ini diikuti 97 peserta dari Makassar, Kabupaten Sinjai, hingga atlet Pentathlon Sulawesi Selatan.

Selain pertandingan reguler, panitia turut menampilkan eksibisi para fencing atau anggar kursi roda yang melibatkan atlet penyandang disabilitas. Kehadiran nomor eksibisi ini menjadi bagian dari upaya penyelenggara memperkuat nilai inklusivitas dalam gelaran olahraga tersebut.

Tahun ini, Pekan Olahraga NIPAH mengusung kampanye “Game On, Waste Gone”. Melalui kampanye tersebut, olahraga tidak hanya diposisikan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai gerakan bersama yang mendorong kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, penyelenggara berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mengolah material sisa produksi dan limbah plastik menjadi berbagai produk pendukung acara, mulai dari instalasi, merchandise, hingga medali.

Marketing & Communication Manager Kalla Land & Property, Datu Primadona Husain, mengatakan respons masyarakat pada pra-event tahun ini menjadi sinyal positif menjelang penyelenggaraan acara utama pada Juli mendatang.

“Antusiasme masyarakat pada Pra Pekan Olahraga NIPAH tahun ini sangat luar biasa. Bahkan di beberapa cabang olahraga, jumlah peserta melampaui target yang kami siapkan. Ini menunjukkan bahwa Pekan Olahraga NIPAH telah berkembang menjadi ruang kolaborasi komunitas yang dinantikan masyarakat setiap tahunnya,” ujar Datu.

Ia menambahkan, Pekan Olahraga NIPAH tidak hanya diarahkan sebagai arena pertandingan, tetapi juga sebagai ruang sosial yang mempertemukan komunitas, memperkuat gaya hidup sehat, serta memberi dampak lebih luas bagi masyarakat.

“Melalui Pekan Olahraga NIPAH, kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya aktif secara aktivitas, tetapi juga memberi dampak sosial, membuka ruang tumbuh bagi komunitas olahraga, sekaligus mengajak masyarakat lebih dekat dengan gaya hidup sehat dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Sebagai kawasan mixed-use dan green active lifestyle di Indonesia Timur, NIPAH PARK terus mengembangkan program yang menghubungkan komunitas, ruang publik, serta pengalaman urban yang lebih dinamis bagi masyarakat.

Pekan Olahraga NIPAH 2026 dijadwalkan berlangsung pada 17–19 Juli 2026. Acara utama tersebut akan menghadirkan 25 cabang olahraga, hiburan, serta berbagai aktivasi komunitas yang tersebar di sejumlah titik venue di Makassar.