BPJS Kesehatan dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) meneguhkan kerja sama strategis dalam upaya mendongkrak kualitas pelayanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penguatan sinergi ini diwujudkan melalui program bertajuk "Serasi" serta kunjungan langsung ke sejumlah fasilitas kesehatan yang dikelola oleh TNI di berbagai wilayah.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto menegaskan bahwa kunjungan lapangan tersebut merupakan langkah konkret untuk memastikan bahwa fasilitas kesehatan mitra mampu menyediakan layanan yang responsif, mudah dijangkau, dan memenuhi standar kualitas bagi seluruh peserta JKN. Pernyataan ini disampaikannya pada Jumat, 26 Juni 2026.
Akmal menekankan bahwa penyelenggaraan Program JKN bukan pekerjaan yang bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan secara mandiri. Dibutuhkan dukungan penuh dari berbagai mitra strategis, dan TNI dinilai memiliki peran krusial mengingat jaringannya yang menjangkau hingga ke daerah-daerah terpencil di seluruh Indonesia.
"Rangkaian kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen BPJS Kesehatan dan TNI dalam membangun sinergi untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin mudah, cepat, bermutu tinggi, dan berkesinambungan," ungkap Akmal.
Dalam kesempatan yang sama, BPJS Kesehatan turut membuka ruang dialog guna menampung masukan dari pihak TNI sekaligus mensosialisasikan berbagai inovasi dan transformasi layanan yang telah diimplementasikan. Akmal berharap evaluasi berkelanjutan dan kolaborasi yang terus diperkokoh mampu mendorong fasilitas kesehatan TNI agar lebih optimal dalam melayani kebutuhan peserta JKN.
Dari pihak militer, Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen TNI dr. Hadi Juanda mengungkapkan bahwa penguatan kerja sama ini mencakup koordinasi mengenai regulasi di sektor kesehatan yang terus mengalami perkembangan dinamis. TNI juga tengah melakukan perluasan fasilitas kesehatan agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh prajurit aktif, purnawirawan, keluarga mereka, maupun masyarakat umum.
"Di samping menambah fasilitas, kami juga meningkatkan ketersediaan alat kesehatan dan sumber daya manusia, khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan dokter spesialis," tegas Mayjen TNI dr. Hadi Juanda.
Langkah kolaboratif antara BPJS Kesehatan dan TNI ini diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan berkualitas hingga ke wilayah-wilayah terluar Indonesia, sekaligus menjaga keberlanjutan program JKN sebagai pilar utama perlindungan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia.