Pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, memberikan pandangannya terkait persaingan ketat di babak semifinal Piala Dunia 2026. Ia sepakat dengan pernyataan bintang muda Lamine Yamal yang menyebut pertemuan antara Spanyol dan Prancis sebagai laga yang layak disebut final dini karena kualitas kedua tim yang seimbang.
Scaloni mengakui bahwa berat melihat salah satu dari dua tim raksasa tersebut harus gugur lebih cepat sebelum mencapai partai puncak. Meski begitu, ia tetap mengutamakan persiapan anak asuhnya yang akan berhadapan dengan Swiss di babak berikutnya.
Menyinggung kondisi timnya, Scaloni menjelaskan bahwa rotasi pemain dan penyesuaian taktik yang ia lakukan bertujuan untuk memaksimalkan penguasaan bola. Kehadiran Leandro Paredes, menurutnya, memberikan dampak positif dalam transisi permainan Argentina yang kini lebih dominan saat berada di area pertahanan lawan.
Pelatih yang sukses mempersembahkan gelar Copa América 2021 ini juga mewaspadai kekuatan Swiss. Ia tidak memandang remeh calon lawannya tersebut, terlebih setelah Swiss berhasil menyingkirkan Kolombia. Menurut Scaloni, Swiss merupakan tim tangguh dengan kedalaman skuad yang berpengalaman serta fisik yang prima.
Dalam refleksi jangka panjang, Scaloni berharap tim nasional Argentina dapat terus dikenang sebagai skuad yang tidak pernah menyerah. Ia menekankan bahwa warisan yang ingin ia tinggalkan adalah semangat juang tanpa kompromi, yang mencerminkan kecintaan murni para pemain terhadap sepak bola layaknya anak-anak yang bermain di jalanan.