Kabupaten Gorontalo mengalami lonjakan inflasi pada kelompok pengeluaran rekreasi, olahraga, dan budaya selama Mei 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), subkelompok barang rekreasi lainnya dan olahraga di daerah tersebut tercatat mengalami inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 1,99 persen. Angka ini menunjukkan pembalikan tajam dibandingkan bulan sebelumnya yang justru mengalami deflasi sebesar 0,38 persen.
Kenaikan harga pada sektor ini turut memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi daerah secara keseluruhan. Dari sembilan kelompok pengeluaran yang diukur BPS, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya menyumbangkan andil inflasi sebesar 1,84 persen di Kabupaten Gorontalo. Capaian tersebut menempatkan subkelompok ini sebagai penyumbang inflasi tertinggi kedua di antara seluruh subkelompok yang dipantau.
Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya di Kabupaten Gorontalo berada pada level 99,98 pada Mei 2026. Angka ini meningkat dari posisi 98,03 yang tercatat pada bulan sebelumnya. Secara tahunan (year-on-year), inflasi pada kelompok ini tercatat sebesar 0,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Namun demikian, jika dihitung sejak awal tahun (year-to-date), pengeluaran pada sektor rekreasi, olahraga, dan budaya di Kabupaten Gorontalo justru masih menunjukkan penurunan sebesar 0,5 persen. Kondisi ini mengindikasikan bahwa meskipun terjadi kenaikan harga pada Mei, secara kumulatif sejak Januari 2026 harga-harga di sektor ini belum sepenuhnya pulih.
Secara rinci, BPS mencatat tiga subkelompok dalam kategori rekreasi, olahraga, dan budaya di Kabupaten Gorontalo pada Mei 2026. Kelompok barang rekreasi lainnya dan olahraga mengalami inflasi tertinggi sebesar 1,99 persen, disusul kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya secara umum sebesar 1,84 persen, serta kelompok koran, buku, dan perlengkapan sekolah yang naik 1,63 persen.
Dalam perbandingan dengan 68 kabupaten dan kota lainnya di Indonesia, Kabupaten Gorontalo menempati peringkat ke-13 untuk inflasi kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya. Inflasi tertinggi secara nasional pada kelompok ini tercatat di Indonesia sebesar 0,37 persen dengan IHK 104,84, sementara yang terendah terjadi di Kabupaten Gunung Kidul sebesar 6,63 persen dengan IHK 114,78.
Sementara itu, pada tingkat nasional, inflasi umum tercatat sebesar 3,08 persen secara tahunan (yoy) jika dibandingkan dengan posisi Mei 2025. Secara kumulatif sejak awal tahun, inflasi nasional telah mencapai 1,5 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi masih menjadi perhatian baik di tingkat daerah maupun nasional, khususnya pada sektor-sektor konsumsi tertentu seperti rekreasi dan olahraga.