Sirih gading (Epipremnum aureum) merupakan salah satu tanaman hias favorit masyarakat urban karena daya tahannya yang tinggi dan tampilannya yang estetis. Bagi para pencinta tanaman, memperbanyak (propagasi) tanaman merambat ini sebenarnya tidak memerlukan keahlian rumit maupun peralatan khusus. Dengan memahami teknik dasar yang tepat, satu tanaman induk yang rimbun dapat menjadi sumber bagi puluhan bibit baru.
Kunci utama keberhasilan propagasi sirih gading terletak pada pemahaman mengenai ruas batang atau buku (node). Bagian menonjol pada batang inilah yang memicu pertumbuhan akar baru dan tunas. Banyak pemula gagal karena hanya memotong sehelai daun tanpa menyertakan ruas batang. Padahal, tanpa adanya node, potongan tanaman tersebut tidak akan mampu berkembang menjadi individu baru.
Metode propagasi menggunakan media air (water propagation) menjadi pilihan paling populer dan ramah pemula. Langkahnya cukup sederhana: pilih batang yang sehat, potong tepat di bawah ruas menggunakan alat potong steril, lalu rendam bagian ruas tersebut di dalam wadah berisi air bersih. Pastikan daun tetap berada di atas permukaan air untuk mencegah pembusukan, serta letakkan wadah di area yang terpapar cahaya tidak langsung (indirect light).
Selain media air, propagasi juga dapat dilakukan langsung pada media tanam padat. Teknik ini dinilai praktis karena memangkas fase adaptasi tanaman saat dipindahkan dari air ke tanah. Kendati demikian, kualitas media tanam sangat menentukan keberhasilan. Studi ilmiah dalam Indonesian Journal of Applied Research (2023) menunjukkan bahwa media perakaran yang memiliki drainase baik dan sirkulasi udara optimal sangat krusial untuk mencegah pembusukan batang akibat kelembapan berlebih.
Bagi yang ingin menghasilkan bibit dalam jumlah banyak sekaligus, teknik stek satu ruas (single-node cutting) layak dicoba. Alih-alih menanam satu sulur panjang, setiap ruas pada sulur tersebut dipotong secara terpisah untuk dijadikan calon tanaman baru. Namun, jika khawatir stek akan mati, metode runduk (layering) bisa menjadi alternatif yang lebih aman. Caranya adalah dengan menempelkan ruas batang ke pot berisi tanah tanpa memotongnya terlebih dahulu dari tanaman induk, sehingga kebutuhan nutrisi stek tetap ditopang oleh tanaman utama selama fase awal perakaran.
Meskipun beberapa penelitian ilmiah menunjukkan bahwa penggunaan hormon pertumbuhan (seperti IBA) maupun mikroorganisme tertentu dapat mempercepat stimulasi akar, langkah ini tidak bersifat wajib untuk skala rumah tangga. Tanaman sirih gading secara alami memiliki kemampuan adaptasi yang sangat kuat. Faktor mendasar seperti pemilihan batang yang sehat, menjaga kelembapan media, serta pemenuhan kebutuhan cahaya yang cukup sudah lebih dari cukup untuk memastikan keberhasilan tumbuh.
Di samping kemudahan prosesnya, aspek keselamatan tetap harus diperhatikan. Lembaga hortikultura internasional mengingatkan bahwa sirih gading mengandung kristal kalsium oksalat yang dapat memicu iritasi kulit atau gangguan pencernaan jika tidak sengaja tertelan. Oleh karena itu, penggunaan sarung tangan saat melakukan pemangkasan sangat dianjurkan, terutama bagi pemilik rumah yang memiliki anak kecil atau hewan pemeliharaan.
Pada akhirnya, aktivitas propagasi ini memberikan manfaat ganda bagi pemilik tanaman. Selain mendapatkan bibit baru secara gratis, proses pemangkasan secara berkala juga akan merangsang tanaman induk tumbuh lebih rimbun dan sehat. Dengan mempraktikkan langkah-langkah yang tepat, hobi merawat tanaman ini dapat menjadi kegiatan yang produktif sekaligus menenangkan.