Bagi pekerja kantoran dengan jadwal padat dari Senin hingga Jumat, meluangkan waktu untuk berolahraga kerap menjadi tantangan besar. Alhasil, banyak orang memilih memadatkan aktivitas fisik mereka hanya pada hari Sabtu dan Minggu. Pola latihan yang sering disebut sebagai fenomena 'weekend warrior' ini ternyata dikonfirmasi tetap memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan tubuh.

Dokter sekaligus praktisi kesehatan, dr. Adam Prabata, menjelaskan bahwa berolahraga hanya di akhir pekan tetap efektif menurunkan berbagai risiko penyakit berbahaya. Syarat utamanya adalah terpenuhinya total durasi aktivitas fisik yang dianjurkan dalam sepekan. Hal ini didukung oleh studi ilmiah skala besar yang melibatkan 63.591 partisipan sebagai sampel penelitian.

Studi bertajuk 'Association of Weekend Warrior and Other Leisure Time Physical Activity Patterns With Risks for All-Cause, Cardiovascular Disease, and Cancer Mortality' tersebut menunjukkan hasil yang menjanjikan. Kelompok orang yang aktif bergerak hanya saat akhir pekan tercatat memiliki risiko kematian 30 persen lebih rendah secara umum, serta penurunan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular hingga 40 persen dibandingkan mereka yang pasif.

Menurut dr. Adam, manfaat tersebut tidak berbeda jauh dengan orang yang rutin membagi jadwal olahraga sepanjang minggu. Kunci utama efektivitas olahraga terletak pada akumulasi durasi, bukan frekuensi latihan. Target yang harus dipenuhi adalah minimal 150 menit untuk olahraga intensitas sedang, atau 75 menit untuk olahraga intensitas tinggi dalam kurun waktu satu minggu.

Kendati demikian, dr. Adam memberikan catatan penting mengenai potensi cedera fisik. Bagi individu yang terbiasa dengan gaya hidup minim gerak pada hari kerja, langsung melakukan olahraga berat di akhir pekan tanpa persiapan sangat tidak dianjurkan. Beban latihan yang mendadak tinggi tanpa proses adaptasi dapat memicu cedera pada otot maupun persendian.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau untuk memulai latihan secara bertahap, melakukan pemanasan yang cukup, dan mengenali batas kemampuan tubuh masing-masing. Pada akhirnya, kesibukan bekerja bukan lagi alasan untuk mengabaikan kesehatan fisik, karena berolahraga dua hari dalam seminggu jauh lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali.