Jakarta resmi memiliki nahkoda baru dalam dunia keolahragaan daerah. Hidayat Humaid dilantik sebagai Ketua Umum KONI Provinsi DKI Jakarta masa bakti 2026–2030 oleh Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman dalam seremoni bertajuk "Bergerak untuk Jakarta Juara" yang berlangsung di Balai Agung, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Pelantikan ini menandai babak baru bagi olahraga Ibu Kota yang kini mengemban misi besar: merebut kembali mahkota juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) yang terakhir diraih pada PON XVIII Tahun 2012 di Riau. Artinya, sudah 16 tahun lamanya Jakarta tidak lagi berdiri di puncak klasemen PON.

Hidayat Humaid tidak main-main dengan ambisi tersebut. Ia menegaskan bahwa gelar juara umum PON XXII 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan target yang tidak bisa ditawar. "Juara umum adalah harga mati, juara umum adalah kehormatan Jakarta, dan juara umum adalah amanah masyarakat DKI Jakarta yang harus dicapai," tegasnya.

Marciano Norman dalam sambutannya mengakui bahwa DKI Jakarta memiliki modal yang sangat kuat untuk mewujudkan target tersebut. Kualitas atlet yang mumpuni serta kelengkapan infrastruktur olahraga menjadi keunggulan komparatif yang harus dioptimalkan secara maksimal. Ia juga mengingatkan bahwa waktu persiapan menuju PON 2028 harus dimanfaatkan seefektif mungkin mengingat beratnya tantangan yang dihadapi.

Catatan prestasi terkini semakin memperkuat keyakinan tersebut. Pada SEA Games Thailand 2025, atlet-atlet asal Jakarta menyumbangkan 84 medali untuk kontingen Indonesia, meliputi 27 emas, 24 perak, dan 33 perunggu. Kontribusi ini setara dengan sekitar 29 persen dari total perolehan medali emas Tim Merah Putih. Sementara di ajang PON Bela Diri 2025 Kudus, DKI Jakarta bahkan tampil sebagai juara umum dengan koleksi 42 emas, 27 perak, dan 30 perunggu.

Marciano juga menyatakan optimismenya bahwa atlet-atlet Ibu Kota akan menjadi tulang punggung Tim Nasional Indonesia pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Hal ini menunjukkan peran strategis Jakarta tidak hanya di level nasional, tetapi juga di pentas olahraga internasional.

Dari sisi pemerintah daerah, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan komitmen penuh untuk mendukung pencapaian target juara umum PON. Ia mengungkapkan bahwa sudah terlalu lama Jakarta absen dari posisi puncak dan saatnya mengembalikan kejayaan tersebut. "Pemprov DKI Jakarta secara sungguh-sungguh ingin DKI Jakarta kembali menjadi juara umum," ujar Pramono.

Lebih dari sekadar mengejar prestasi, Jakarta juga mengambil peran penting sebagai provinsi penyangga penyelenggaraan PON XXII 2028 di NTT-NTB. Pramono menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto demi efisiensi. Jakarta akan memberikan dukungan berupa penyediaan venue bagi cabang olahraga yang fasilitasnya belum tersedia di provinsi tuan rumah.

Dukungan infrastruktur Jakarta memang sulit ditandingi. Pramono merinci bahwa Ibu Kota memiliki 36 venue milik pemerintah pusat, 220 venue milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta sejumlah fasilitas olahraga milik swasta yang banyak di antaranya berstandar internasional. Ia juga membuka peluang pemanfaatan venue-venue tersebut untuk berbagai kejuaraan olahraga berskala nasional maupun internasional.

Selain persiapan menuju PON 2028, DKI Jakarta juga akan segera menjadi tuan rumah PON Pantai 2026 yang rencananya digelar di kawasan Ancol. Ajang ini menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru KONI DKI Jakarta untuk membuktikan kapasitas organisasinya. Hidayat Humaid mengajak seluruh pelaku olahraga di Jakarta untuk menyatukan langkah demi mengembalikan kejayaan Ibu Kota di kancah olahraga nasional.