Perusahaan rintisan taksi udara, Archer Aviation, secara resmi menyepakati akuisisi terhadap Wisk Aero, divisi pesawat listrik otonom milik raksasa kedirgantaraan Boeing. Langkah strategis ini juga mencakup pengambilalihan dua unit bisnis Boeing lainnya, yakni produsen pesawat tanpa awak (drone) Insitu serta penyedia layanan ruang udara SkyGrid. Sebagai imbalannya, Boeing akan memegang kepemilikan saham sebesar 19,75 persen di Archer Aviation.
Transaksi ini segera disambut positif oleh para pelaku pasar keuangan. Saham Archer Aviation tercatat melonjak hingga sekitar 14 persen pada perdagangan Senin pagi setelah pengumuman akuisisi dirilis. Kerja sama ini dinilai sangat menguntungkan karena memberikan Archer akses langsung ke teknologi penerbangan otonom canggih yang dikembangkan oleh Boeing untuk memperkuat lini pertahanan dan logistik komersial mereka.
Bagi Boeing, pelepasan unit bisnis ini merupakan bagian dari restrukturisasi portofolio guna merampingkan bisnis dan kembali fokus pada sektor utama mereka, yaitu pesawat komersial dan pertahanan. Kendati demikian, Boeing tidak sepenuhnya meninggalkan teknologi ini. Melalui kesepakatan kemitraan dan pembagian teknologi yang baru dibentuk, Boeing tetap memegang hak akses untuk memanfaatkan teknologi penerbangan otonom Wisk Aero pada program pesawat komersial dan militer mereka di masa depan.
Sektor pesawat listrik lepas landas dan mendarat vertikal (eVTOL) saat ini memang masih menghadapi tantangan regulasi yang ketat untuk mendapatkan sertifikasi kelayakan terbang, kendala produksi massal, serta tingginya biaya operasional bagi konsumen. Lambatnya komersialisasi taksi udara perkotaan mendorong banyak perusahaan eVTOL beralih menggarap sektor pertahanan, kargo, dan pemerintahan guna mengamankan arus kas dalam jangka pendek.
Melalui akuisisi Insitu, Archer kini memiliki unit bisnis pertahanan mapan yang telah menghasilkan pendapatan lebih dari 200 juta dolar AS per tahun. CEO Archer Aviation, Adam Goldstein, menyatakan bahwa akuisisi ini memberikan kemampuan bagi perusahaan untuk segera mencetak pendapatan signifikan di pasar yang tumbuh cepat, terutama untuk memenuhi tingginya permintaan drone pengawas dan intelijen secara global. Selain kepemilikan saham, Boeing juga mendapatkan hak untuk menunjuk satu perwakilan dalam dewan direksi Archer.