Prof. Dr. Anwar Daud, S.K.M., M.Kes., pakar dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, menekankan urgensi pemanfaatan teknologi untuk menjawab tantangan lingkungan global. Dalam diskusi bertajuk “Integrated Green Engineering Solutions for Global Resilience” yang digelar di Hotel Unhas, Minggu (5/7), ia menyoroti peran krusial Fakultas Teknik dalam merancang solusi berbasis teknologi ramah lingkungan.
Dalam paparannya, Prof. Anwar memperkenalkan konsep inovatif yang menggabungkan aspek 'Green in ICT' dan 'Green by ICT'. Ia menjelaskan bahwa implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), analitik data, serta pemanfaatan sensor canggih menjadi kunci utama untuk meningkatkan efektivitas pemantauan ekosistem di era modern.
Menurutnya, perangkat berbasis teknologi tinggi ini mampu melakukan pemantauan secara lebih komprehensif dibandingkan metode konvensional. Kemampuan sistem ini untuk mendeteksi, menganalisis data, hingga memprediksi potensi kerusakan lingkungan secara real-time menjadi keunggulan yang sangat dibutuhkan saat ini.
Lebih lanjut, Prof. Anwar menegaskan bahwa transisi ke metode pemantauan yang lebih terintegrasi dan adaptif merupakan langkah strategis untuk menciptakan ketahanan lingkungan yang lebih baik. Ia optimistis bahwa sinergi antara keahlian teknik dan komitmen terhadap kelestarian lingkungan akan melahirkan solusi yang akurat bagi berbagai isu lingkungan yang kian kompleks di masa depan.