PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) melanjutkan langkah transformasi bisnis dengan menitikberatkan strategi pada pertumbuhan yang lebih berkelanjutan serta penciptaan nilai jangka panjang bagi perusahaan.

Perubahan arah tersebut ditandai dengan penghentian penjualan produk fisik melalui aplikasi dan situs web Bukalapak sejak awal 2025. Setelah keputusan itu, perseroan memusatkan kegiatan usaha pada empat lini utama, yakni Mitra Bukalapak, Gaming, Investasi, dan Ritel.

Corporate Secretary BUKA, Cut Fika Lutfi, menyampaikan bahwa transformasi ini menjadi bagian dari upaya manajemen untuk menjaga relevansi bisnis di tengah perubahan pasar yang bergerak cepat. Menurut dia, perusahaan ingin memastikan setiap segmen yang dijalankan dapat memberikan kontribusi ekonomi yang lebih kuat.

“Transformasi ini mencerminkan upaya manajemen untuk memastikan bahwa setiap segmen bisnis tetap relevan dengan dinamika pasar yang terus berkembang, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih kuat,” ujar Cut Fika, dikutip Rabu (24/6/2026).

Perseroan menyebutkan, hasil awal dari penataan strategi tersebut mulai terlihat pada kinerja keuangan. Dari sisi pendapatan, Bukalapak mencatat pertumbuhan yang cukup solid secara tahunan atau year-on-year (YoY).

Sepanjang 2025, BUKA membukukan pendapatan sebesar Rp6,5 triliun. Angka ini meningkat sekitar 46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika pendapatan perseroan berada di kisaran Rp4,5 triliun.

Dengan fokus baru pada segmen Mitra, Gaming, Investasi, dan Ritel, Bukalapak berupaya memperkuat fondasi bisnis agar lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar sekaligus membuka ruang pertumbuhan yang lebih stabil dalam jangka panjang.