PT RANS Entertainmen Indonesia, perusahaan media dan hiburan yang didirikan oleh pasangan selebriti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, akan memasuki pasar publik melalui penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan ini direncanakan akan mencatatkan sahamnya pada 10 Juli 2026 mendatang.

Dalam prospektus awalnya, RANS menawarkan sebanyak 2,5 miliar lembar saham, yang setara dengan sekitar 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga penawaran ditetapkan pada kisaran Rp135 hingga Rp170 per saham, dengan potensi penghimpunan dana segar mencapai Rp341 miliar hingga Rp429 miliar.

Dana hasil IPO akan dialokasikan untuk beberapa keperluan strategis perusahaan. Porsi terbesar, yaitu 37,6%, akan digunakan untuk biaya operasional penyelenggaraan konser di berbagai kota di Indonesia. Sebagian dana lainnya akan dialokasikan untuk akuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia (19,8%), pembangunan wahana Cipungland (18,6%), pembentukan entitas usaha baru di bidang teknologi berbasis AI (8,2%), serta pembayaran utang lebih awal kepada Bank Negara Indonesia (6,9%).

Saham dengan kode perdagangan $RANS ini dijamin oleh PT Trimegah Sekuritas Indonesia. Berdasarkan proyeksi, valuasi pasca-IPO perusahaan diperkirakan berada di kisaran Rp1,7 triliun hingga Rp2,1 triliun. Rasio valuasi yang ditawarkan antara lain Price to Earnings (P/E) di kisaran 27,9x–35,1x dan Price to Book Value (P/BV) di kisaran 2,5x–2,8x.

Sebagai informasi, bisnis inti RANS mencakup produksi dan distribusi konten, pengelolaan aset intelektual (IP), penyelenggaraan event, periklanan, serta pengelolaan talent. Pada tahun fiskal 2025, total pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp353,4 miliar, meskipun mengalami penurunan sebesar 14% dibandingkan tahun sebelumnya. Segmen konten media sosial menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 34%.

Pemegang saham pengendali pasca-IPO adalah Raffi Farid Ahmad dengan kepemilikan sebesar 62,93%. Para pemegang saham lainnya termasuk Dony Oskaria, Soultan Ariq Rachman, Nagita Slavina, hingga Kaesang Pangarep. Sementara porsi kepemilikan masyarakat direncanakan sebesar 20,02%.