Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Kota Denpasar resmi dimulai dengan menyasar dua sekolah dasar pada hari pertama pelaksanaannya, yakni SDN 14 Dauh Puri dan SDN 13 Dauh Puri. Langkah ini menandai dimulainya gerakan imunisasi massal yang dijadwalkan berlangsung hingga November mendatang demi melindungi generasi muda dari berbagai ancaman penyakit berbahaya.

Pada hari perdana tersebut, tim medis berhasil memberikan vaksin kepada puluhan siswa kelas 1 dan kelas 5 di kedua sekolah tersebut. Di SDN 14 Dauh Puri, imunisasi diikuti oleh 24 murid kelas 1 dan 30 murid kelas 5, sementara di SDN 13 Dauh Puri mencakup 26 siswa kelas 1 dan 28 siswa kelas 5. Sejumlah siswa yang berhalangan hadir karena sakit atau izin diarahkan untuk mendapatkan vaksinasi susulan di puskesmas terdekat.

Jenis vaksin yang diberikan disesuaikan dengan kelompok usia peserta didik. Siswa kelas 1 mendapatkan vaksin Measles Rubella (MR) untuk mencegah penyakit campak dan rubela, sedangkan siswa kelas 5 menerima vaksin Human Papillomavirus (HPV). Menariknya, vaksin HPV kini tidak hanya menyasar siswa perempuan tetapi juga siswa laki-laki guna meminimalisasi risiko kanker anus, penis, mulut, serta penyakit kutil kelamin di masa depan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. AA Ayu Chandradewi, menjelaskan bahwa program BIAS tahun ini menargetkan total 41.904 siswa SD sederajat di seluruh Denpasar. Pelaksanaan imunisasi dibagi dalam dua fase utama, yaitu bulan Agustus untuk vaksin MR (kelas 1) dan HPV (kelas 5), disusul bulan November untuk pemberian vaksin DT (kelas 1) serta Td (kelas 2 dan 5).

Dinkes Denpasar memastikan ketersediaan logistik vaksin dalam kondisi aman dengan menyiapkan belasan ribu dosis untuk empat varian vaksin yang dibutuhkan. Koordinasi intensif terus dilakukan oleh pihak puskesmas dengan sekolah-sekolah di wilayah kerja masing-masing guna mengatur jadwal agar pelaksanaan vaksinasi berjalan tertib dan tuntas hingga akhir tahun.

Upaya imunisasi lanjutan ini krusial dilakukan karena tingkat kekebalan dari vaksinasi dasar pada masa balita cenderung menurun seiring bertambahnya usia anak. Melalui program ini, pemerintah berharap dapat membentuk sistem imun yang optimal demi mewujudkan masa depan anak-anak Denpasar yang lebih sehat dan bebas dari penyakit infeksius.