TAPAKTUAN – Pemerintah Gampong Baro, Kecamatan Pasie Raja, berkomitmen memperkuat kualitas layanan gizi masyarakat melalui penyelenggaraan Rembuk Stunting Gampong pada Rabu (26/8/2026). Difasilitasi oleh Tenaga Pendamping Profesional (TPP) setempat, forum ini bertujuan merumuskan langkah taktis dalam mencegah serta meminimalisasi risiko tengkes (stunting) secara berkelanjutan.

Pertemuan krusial yang berlangsung di kantor desa ini mempertemukan berbagai lintas sektor. Hadir di antaranya perwakilan Tim Ahli Kabupaten, aparatur desa, Tuha Peut Gampong, Kader Pembangunan Manusia (KPM), perwakilan TP-PKK, petugas medis, hingga tokoh adat dan agama untuk menyelaraskan persepsi mengenai penanganan gizi.

Berdasarkan pemetaan kesehatan terbaru di Gampong Baro, seluruh 22 balita yang terdata saat ini berada dalam kondisi pertumbuhan normal. Kendati demikian, intervensi khusus tetap diarahkan pada kelompok rentan lainnya, mencakup dua ibu hamil (satu di antaranya mengalami Kekurangan Energi Kronis/KEK), satu calon pengantin, serta 52 remaja putri sebagai sasaran pencegahan hulu.

Selain itu, dari total 42 keluarga yang teridentifikasi memiliki risiko stunting, terdapat empat keluarga rentan yang diprioritaskan mendapat pendampingan intensif. Melalui diskusi ini, disepakati program pemulihan gizi, peningkatan partisipasi warga ke Posyandu, edukasi pola asuh, serta perbaikan sarana sanitasi dan akses air bersih.

Guna memastikan program berjalan efektif, seluruh poin kesepakatan dan pembagian peran lintas sektor ini akan dimasukkan ke dalam dokumen formal desa. Program intervensi tersebut bakal didanai melalui APBG Perubahan tahun berjalan serta diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Gampong (RKPG) Tahun 2027.