JAKARTA — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil membukukan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester pertama tahun 2026. Capaian positif ini dipicu oleh disiplin transformasi bisnis, peningkatan efisiensi operasional, serta optimalisasi jaringan distribusi terintegrasi di tengah pemulihan pasar konstruksi nasional.

Dalam gelaran Paparan Publik di Bursa Efek Indonesia, manajemen perseroan melaporkan lonjakan laba bersih hingga 445,9 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp207 miliar. Peningkatan profitabilitas ini sejalan dengan volume penjualan semen yang mencapai 18,28 juta ton atau naik 5,6 persen yoy, di mana pasar domestik menyumbang 14,18 juta ton. Kondisi tersebut mendorong pendapatan SIG merangkak naik 13,1 persen yoy menjadi Rp17,65 triliun.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menyatakan bahwa perseroan terus memperkuat posisi pasar melalui empat pilar strategis, yaitu transformasi model bisnis, efisiensi biaya, pengembangan produk turunan, serta tata kelola organisasi. Sebagai langkah simplifikasi, SIG juga melakukan efisiensi entitas anak usaha guna menciptakan struktur bisnis yang efisien dan dinamis.

Guna mempermudah distribusi bahan bangunan secara masif, produsen semen terbesar di Indonesia ini mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pengelolaan rantai pasok. Langkah digitalisasi ini menopang jangkauan operasional SIG yang didukung oleh 10 lokasi pabrik semen terintegrasi, 26 pabrik pengemasan, 7 pelabuhan strategis, serta lebih dari 63.000 toko ritel di Indonesia dan Vietnam.

Di samping dorongan kinerja finansial, SIG mempertegas komitmennya terhadap industri hijau dengan merilis portofolio semen rendah emisi yang memiliki tingkat emisi karbon hingga 38 persen lebih rendah dibanding produk konvensional. Langkah strategis ini melengkapi upaya penjelajahan pasar baru, termasuk revitalisasi merek Semen Kujang dan kemitraan strategis di Jawa Barat untuk mendukung proyek infrastruktur nasional secara berkelanjutan.