Universitas Andalas (Unand) menggelar Seminar Nasional dan Rapat Kerja Tengah Tahun Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Teknologi Pertanian Indonesia (FKPT-TPI) di kampus Limau Manis, Padang, pada Rabu (8/7). Agenda strategis dalam rangkaian Dies Natalis ke-70 Unand ini mempertemukan akademisi, praktisi, serta pemangku kepentingan pendidikan untuk membedah tantangan pendidikan tinggi di sektor pertanian.
Mengusung tema penguatan kurikulum dan akreditasi, forum ini menyoroti urgensi transformasi pendidikan di tengah pesatnya disrupsi digital dan kecerdasan buatan. Rektor Unand, Efa Yonnedi, menekankan bahwa institusi pendidikan saat ini tidak boleh lagi terpaku pada penguasaan teori semata. Kurikulum harus dirancang untuk mencetak lulusan yang inovatif, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta cakap dalam kolaborasi multidisiplin.
Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Unand, Prof. Alfi Asben, menyebut forum ini sebagai momentum krusial bagi seluruh perguruan tinggi anggota FKPT-TPI untuk menyelaraskan standar pendidikan dengan tuntutan dunia industri. Diskusi mendalam diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi aplikatif yang tidak hanya mendukung standar akreditasi, tetapi juga meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja global.
Ketua FKPT-TPI, Yusuf Hendrawan, menambahkan bahwa kolaborasi antar kampus menjadi kunci dalam akselerasi kualitas pendidikan. Melalui program seperti *double degree*, *summer course*, dan *visiting lecturer*, forum ini mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih dinamis. Selain seminar, rangkaian kegiatan juga mencakup lomba inovasi teknologi serta program pengabdian masyarakat internasional yang melibatkan sinergi lintas institusi.