Dalam gelaran Vietnam Industrial Park Summit 2026 yang diselenggarakan di Hai Phong pada 10 Juli lalu, para pemangku kepentingan industri menegaskan bahwa model pengembangan kawasan industri tradisional tidak lagi memadai untuk menjawab tantangan ekonomi global. Di tengah dinamika geopolitik dan pergeseran rantai pasok dunia, Vietnam dituntut untuk melakukan inovasi radikal agar tetap menjadi destinasi utama bagi investasi berkualitas tinggi.
Dr. Nguyen Van Khoi, Ketua Asosiasi Real Estat Vietnam, menyoroti bahwa ketergantungan pada model penyewaan lahan semata kini menjadi hambatan bagi kemajuan. Menurutnya, kawasan industri generasi mendatang harus bertransformasi menjadi sebuah ekosistem holistik yang mengintegrasikan pusat inovasi, infrastruktur digital, fasilitas hunian bagi tenaga ahli, serta layanan pendidikan dan kesehatan yang mumpuni. Perubahan ini krusial untuk memenuhi standar perusahaan teknologi global yang menuntut efisiensi dan keberlanjutan.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Nguyen Duc Hien dari Komite Kebijakan Strategis Pusat menekankan bahwa target Vietnam untuk mencapai pertumbuhan industri modern pada tahun 2030 sangat bergantung pada kemampuan integrasi teknologi. Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan platform data cerdas dipandang sebagai elemen kunci untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing nasional dalam rantai nilai global.
Sejauh ini, sektor manufaktur dan kawasan industri terbukti menjadi tulang punggung ekonomi dengan kontribusi signifikan terhadap PDB dan ekspor nasional. Namun, tantangan seperti kebutuhan akan energi hijau, efisiensi logistik, dan percepatan transformasi digital menuntut pemerintah daerah serta pengembang untuk lebih proaktif. Pemerintah Vietnam berkomitmen untuk terus memperbaiki iklim investasi guna menarik lebih banyak modal di sektor strategis, termasuk semikonduktor, energi terbarukan, dan pusat data.
Secara keseluruhan, forum tersebut menjadi momentum bagi Vietnam untuk merumuskan ulang masa depan industrialisasinya. Dengan beralih dari ekspansi kuantitatif menuju peningkatan kualitas dan efisiensi, Vietnam berupaya menciptakan fondasi industri yang tidak hanya modern dan ramah lingkungan, tetapi juga tangguh dalam menghadapi ketidakpastian pasar global di masa depan.