Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) terus berupaya mendekatkan layanan medis spesialistik ke tingkat dasar. Langkah ini diwujudkan melalui pemeriksaan intensif bagi sepuluh ibu hamil dan sepuluh balita yang masuk kategori risiko tinggi (Risti) di wilayah kerja UOBF Puskesmas Tuban.
Dalam agenda pendampingan ini, penanganan balita risiko tinggi dipercayakan kepada dokter spesialis anak, dr. Rr. Noverita Rochsitasari, Sp.A., M.Si.Med. Sementara itu, pemeriksaan bagi ibu hamil dengan risiko tinggi dipimpin langsung oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Dr. dr. Slamet Soeprijadi, Sp.OG(K)., S.H., M.H., CMC, FISQ.
Selain memberikan pelayanan klinis langsung kepada pasien, kehadiran para pakar medis ini juga dimanfaatkan untuk memberikan bimbingan teknis bagi tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Tuban. Melalui transfer pengetahuan ini, para nakes diharapkan mampu mengidentifikasi faktor risiko lebih awal agar proses rujukan medis dapat berjalan lebih cepat dan akurat.
Plt. Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Tuban, drg. Roikan, M.H., menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis daerah untuk menekan angka stunting serta meminimalkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Ia menekankan pentingnya komitmen bersama dalam mengawal keselamatan kelompok rentan sejak di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Senada dengan hal itu, Plt. Kepala UOBF Puskesmas Tuban, dr. Eka Ayu MBPS, menyambut baik kehadiran para dokter spesialis. Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana peningkatan kapasitas nakes lokal dalam merespons kasus-kasus darurat atau berisiko tinggi demi mengoptimalkan pelayanan kesehatan primer secara berkelanjutan.