Jakarta — Sektor pengelolaan kekayaan atau wealth management di Indonesia menunjukkan tren positif yang signifikan. OCBC melaporkan lonjakan bisnis pada segmen ini sebesar 29 persen, dengan total nilai kelolaan mencapai Rp120 triliun. Pencapaian ini mencerminkan dinamika perubahan perilaku nasabah segmen affluent atau individu dengan kemampuan finansial tinggi dalam menata portofolio keuangan mereka.

Pergeseran paradigma nasabah menjadi faktor utama di balik pertumbuhan tersebut. Jika sebelumnya fokus utama nasabah hanya tertuju pada potensi imbal hasil investasi jangka pendek, kini prioritas telah bergeser ke arah perencanaan hidup yang lebih komprehensif. Nasabah mulai memandang pengelolaan kekayaan sebagai instrumen strategis untuk menjamin stabilitas masa depan.

Selain akumulasi aset, kesadaran nasabah akan mitigasi risiko finansial juga mengalami peningkatan pesat. Layanan wealth management kini tidak lagi sekadar instrumen profitabilitas, melainkan sarana krusial untuk memastikan perlindungan aset jangka panjang serta memfasilitasi proses transfer kekayaan antar generasi dengan lebih terstruktur dan aman.